Sabtu, 01 Januari 2011

Reward dan Sanksi Bidan

Bidan merupakan salah satu profesi bidang kesehatan yang memiliki tugas yang berat dan harus dipertanggung jawabkan. Membantu persalinan adalah salah satu tugas berat bidan. Karena berhubungan dengan nyawa bayi dan ibunya.

Penghargaan Bagi Bidan
Penghargaan yang diberikan kepada bidan tidak hanya dalam bentuk imbalan jasa, tetapi juga dalam bentuk pengakuan profesi dan pemberian kewenangan / hak untuk menjalankan praktik sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Selain itu bidan juga harus bisa mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat. Karena inilah bidan memang sudah seharusnya mendapat penghargaan baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Penghargaan bagi bidan bisa diberikan dalam bentuk imbalan jasa atau pengakuan sebagai profesi bidan dan pemberian hak dan kewenangan kepada bidan dalam menjalankan tugasnya sebagai bidan. Misalnya bidan yang tidak pernah bermasalah dengan hukum dan selalu berjalan seiring dengan kode etik bidan dan standar profesi bidan yang ada. Dengan adanya penghargaan seperti yang disebutkan diatas,akan mendorong bidan untuk meningkatkan kinerja mereka sebagai tenaga kesehatan untuk masyarakat. Mereka juga akan lebih giat untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan dan potensi mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu standar profesi bidan.
Beberapa bidan yang mendapatkan penghargaan :
1. Tidak banyak bidan desa yang akhirnya betah tinggal di desanya bahkan bertempat tinggal dan membangun rumah disana. Bidan Khairda Anami adalah salah satu contoh. Sejak ditugaskan di Puskesmas Sungkai tahun 1999, sebelumnya bertugas di Sungai Pinang selama 3 tahun, yang bersangkutan sampai sekarang masih aktif bertugas di desa Batu Balian. Begitu dekatnya dengan masyarakat binaannya, beliau aktif di PKK bahkan suaminya ditunjuk sebagai pengurus Mesjid setempat. Beliau yang asli orang Martapura ini saat ini juga sedang melanjutkan pendidikan ke DIII Kebidanan pada Akbid Martapura. Selain membina desanya, karena kurangnya tenaga bidan di Puskesmas Sungkai, beliau juga sering dimintakan pertongan untuk membantu persalinan warga desa lainnya. Karena semangat perjuangannya tadi, tahun 2002 beliau berhasil meraih penghargaan sebagai Juara II bidan desa teladan tingkat kabupaten Banjar. Alhamdulillah, saat ini beliau sudah diangkat sebagai PNS tahun 2006 setelah melewati masa bakti sebagai bidan PTT selama 11 tahun.
2. Seorang Bidan di Puskesmas Banyu Urip, Rini Agustini, Amd Keb. mendapatkan penghargaan sebagai Nakes teladan. Dua orang Tim eHealth melihat dan mendengar langsung keseharian bekerjanya, untuk dr. Maya Syahria Saleh Tim eHealth mencoba untuk mendengar kesehariannya dari beberapa staf yang bekerja dengannya di Puskesmas Balongsari.

Tidak hanya memberikan penghargaan bagi bidan yang mampu melaksanakan prakteknya sesuai kode etik dan standar profesi bidan, tapi bagi bidan yang melanggar dan menyimpang dari kode etik yang ada, juga harus diberi sanksi yang tegas. Agar bidan tetap bekerja sesuai kewenangannya.
Sanksi Bagi Bidan
Sanksi merupakan imbalan negative yang berupa pembebanan atau penderitaan yang ditentukan oleh hukum aturan yang berlaku. Sanksi berlaku bagi bidan yang melanggar kode etik dan hak / kewajiban bidan yang telah diatur oleh organisasi profesi, karena kode etik bidan merupakan norma yang berlaku bagi anggota IBI dalam menjalankan praktek profesinya yang telah disepakati dalam Kongres Nasional IBI.
Contoh sanksi bidan adalah pencabutan ijin praktek bidan, pencabutan SIPB sementara, atau bisa juga berupa denda. Penyimpangan yang dilakukan oleh bidan misalnya : Bidan melakukan praktek aborsi, yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh bidan karena termasuk tindakan criminal.
Bidan tidak melakukan rujukan pada ibu yang mengalami persalinan premature, bidan ingin melakukan persalinan ini sendiri. Ini jelas tidak boleh dilakukan, dan harus dirujuk. Karena ini sudah bukan kewenangan bidan lagi, selain itu jika dilakukan oleh bidan itu sendiri, persalinan akan membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya.
Setiap penyimpangan baik itu disengaja atau tidak, akan tetap di audit oleh dewan audit khusus yang telah dibentuk oleh organisasi bidan atau dinas kesehatan di kabupaten tersebut. Dan bila terbukti melakukan pelanggaran/penyimpangan maka bidan tersebut akan mendapat sanksi.
Contoh penyimpangan yang disengaja adalah praktek aborsi, sedangkan pelanggaran yang dilakukan secara tidak sengaja misalnya menolong persalinan yang bayinya mengalami asfiksia tetapi bidan tidak segera melakukan pertolongan.
Contoh Tanggung jawab dari segi hukum administratif, tenaga kesehatan dapat dikenai sanksi berupa pencabutan surat izin praktik apabila melakukan tindakan medik tanpa adanya persetujuan dari pasien atau keluarganya.
Tindakan administratif juga dapat dikenakan apabila seorang tenaga
kesehatan:
1. Melalaikan kewajiban.
2. Melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak boleh diperbuat oleh seorang tenaga kesehatan, baik mengingat sumpah jabatannya maupun mengingat sumpah sebagai tenaga kesehatan.
3. Mengabaikan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh tenaga kesehatan.
4. Melanggar suatu ketentuan menurut atau berdasarkan undang-undang.


REFRENSI :

Senin,12 Januari 2009, ibningsih_blog, “Sistem Penghargaan Bagi Bidan (Reward dan Sanksi)”

Senin, 5 januari 2009, Kandra wilko’s blog “Penghargaan dan Sanksi Untuk Bidan”

19 Juni 2009, DKK.Surabaya “Kiprah Empat Tenaga Kesehatan Teladan Kota Surabaya”



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan pertanyaan, komentar, kritik, atau saran Anda.. :)